Kurang Kasih Sayang, Bukan Berarti Tidak Memiliki Masa Depan

Anak Yatim Piatu dan Dhuafa identik dengan kurangnya kasih sayang orang tua, pendidikan yang kurang terpantau, serta kesulitan ekonomi. Meski begitu, bukankah mereka punya kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita? Saatnya bantu mereka meraih mimpi.

Hibur Mereka dengan Memberi Kado di Hari Raya

“Demi Keagungan-Ku, siapa saja yang menghiburnya (anak yatim) dan menghentikan tangisannya, Aku pastikan baginya surga.”

Hadits Qudsi

Walau terkadang, untuk makan mereka masih kesulitan. Namun...

Semangat Santri Yatim dalam Meraih Cita-Citanya Sungguh Mengharukan

25 santri di Cipto Siswoyo antusias saat ditanya mengenai cita-cita mereka.
Ada yang ingin jadi polisi, tentara, juga dokter.

Bantu wujudkan impian mereka jadi nyata!

Ada Lebih dari 3,2 Juta Santri Yatim yang Sedang Berjuang Meraih Cita-cita

Dukung Mereka dengan Jadi Orang Tua Asuh

Apa itu Orang Tua Asuh?

Dan mengapa menjadi Orang Tua Asuh dapat Berkontribusi
Besar dalam Mewujudkan Cita-Cita Santri Yatim?

Keutamaan Orang yang Memuliakan Anak Yatim

Assalamualaikum #OrangBaik

Siapa yang semasa mudanya sering mengeluh kalau disuruh orang tua? Walau ada aja kerjaan rumah yang dikerjakan sambil cemberut. Tapi tetap saja, rasa sayang dan kenangan manis bersama orang tua tak bisa terlupakan.

Beda ceritanya dengan santri yatim di Cipto Siswoyo. Tak pernah mereka rasakan disuruh orang tua atau punya kenangan manis. Sebab, beberapa diantaranya tidak memiliki keluarga. Karena saat bayi, mereka diletakkan di teras panti asuhan lalu ditinggalkan begitu saja.

Bayangkan betapa pilunya jadi mereka. Jangankan orang tua, keluarga pun tidak pernah mereka ketahui keberadaannya.

Tapi, apa yang mereka butuhkan bukanlah rasa kasihan ataupun iba. Melainkan kesempatan yang sama dalam meraih masa depan.

Sepekat dan sesedih apapun kisah mereka hari ini, kesempatan mereka untuk meraih cita-cita tetaplah sama dengan anak lainnya.

Tentunya, hal ini tidak bisa kalau hanya dikerjakan sendiri. Untuk itu, perlu peran Orang Tua Asuh agar mereka bisa meraih mimpi.

Maksimalkan Kesempatan Memuliakan Santri Yatim dengan Berperan Menjadi Orang Tua Asuhnya

Quranesia berupaya menjadi jembatan kebaikan untuk

Mempertemukan #OrangBaik yang Bersedia Menjadi Orang Tua Asuh dengan Santri Yatim yang Benar-Benar Membutuhkan

Berikut adalah ragam dukungan yang akan diberikan untuk Santri Yatim Piatu, dan Dhuafa Penghafal Al-Quran

Dukungan Infrastruktur

Bantuan Infrastruktur Masjid dan Pondok

Santri di beberapa pondok masih tidur berhimpitan, maupun sholat di masjid yang nyaris rubuh. Program ini akan memberikan dukungan infrastruktur berupa renovasi pondok, pembangunan sumur, maupun renovasi masjid.

Support Pendidikan

Mendukung Santri Yatim dalam Meraih Mimpi

3 dari 25 santri yatim, masih harus tinggal kelas karena kurangnya fasilitas pendidikan. Seperti buku pelajaran yang memadai, alat tulis, maupun Al-Quran. Program ini akan mendukung dan membantu mereka untuk meraih mimpi.

Bantuan Kesehatan

Jaminan Kesehatan Gigi dan Kulit

Kesehatan gigi santri masih kurang. Karena 6 dari 10 santri pernah mengalami sakit gigi akibat berlubang. Penyakit kulit juga rentan mereka alami karena tidur berhimpitan sehingga mudah tertular. Program ini akan fokus pada kesehatan gigi dan kulit santri di pondok.

Setiap Program Dirancang untuk Program Berkelanjutan sebagai Ikhtiar Mengalirkan Amal Sholeh Lebih Banyak kepada #OrangBaik

dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya

 

(HR. Bukhari)

Segera Ambil Peran dengan Mengamalkan Sunnah Rasulullah dalam Memuliakan Anak Yatim

Dukung Santri Yatim Piatu, dan Dhuafa Penghafal Quran Meraih Masa Depan

Keutamaan Orang yang Memuliakan Anak Yatim

1.  Berdekatan dengan Rasulullah di Surga

Orang yang memelihara anak yatim akan masuk surga, dan berdekatan dengan Rasulullah. Sebagaimana hadits berikut, dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya

(HR. Bukhari)

2. Menghindarkan Siksa Akhirat

Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman: “Demi Yang Mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya.

(HR. Thabrani dari Abu Hurairah)

3. Melembutkan Hati

Nabi SAW bersabda. “Bila engkau ingin hati menjadi lembut dan damai serta keinginan (yang baik) tercapai, maka sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah dia makanan yang seperti engkau makan. Bila itu engkau lakukan, hatimu akan tenang, lembut, serta keinginanmu (yang baik) akan tercapai”

(HR Thabrani)

Keuntungan yang di dapat oleh anda 01

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut lacus, auctor pretium ac ultrices. Dui lacus dignissim tincidunt urna, at enim tempo. Pellentesque amet

Keuntungan yang di dapat oleh anda 01

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut lacus, auctor pretium ac ultrices. Dui lacus dignissim tincidunt urna, at enim tempo. Pellentesque amet

Keuntungan yang di dapat oleh anda 01

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut lacus, auctor pretium ac ultrices. Dui lacus dignissim tincidunt urna, at enim tempo. Pellentesque amet

Namun, para calon hafidz ini tidak punya fasilitas yang memadai dalam perjalanannya menjadi hafidz..

Mereka sudah sibuk dengan belajar ilmu agama dan hafalan Quran sehari-hari, namun masih harus serba kekurangan dalam hal fasilitas..

Berikut ini beberapa cerita dari mereka…

“Belajar Mengajar tanpa meja dan keterbatasan lemari tidak membuat kami surut niat untuk terus belajar. Namun, air yang ada di kubangan itu sering membuat santri sakit perut, padahal hanya itu satu-satunya sumber air yang bisa dipakai untuk keperluan sehari-hari termasuk makan minum. Baunya menyengat, dan warnanya coklat seperti teh kental.”

Ustad Adi, Pengurus Pondok Pesantren Mansyaul Ulum

“200 dari 300 santri tahfidz disini merupakan yatim piatu, sudah jelas mereka tidak punya biaya untuk membantu dana harian pondok. Salah satu cara pondok mencukupi kebutuhan 300 santri adalah dengan berjualan kambing, namun kadang belum cukup..

Abdullah, Santri Tahfidz Senior Ponpes Nurul Jadid

“Belajar disini gratis tis, karena gratis itulah peserta didiknya membludak, dan 90% dari mereka berasal dari kalangan tidak mampu yang menginginkan anaknya memiliki pendidikan agama yang layak. Kami tidak punya cukup dana untuk menambah infrastukrur. Saat ini 1 ruangan kamar tidur (3×3) bisa diisi 5-9 anak. Kurang layak tapi tidak ada pilihan lain..

Ustad Zulkifli, Pengasuh Madrasah Diniyah Al-Hijrah, Pontianak

“Alhamdulillah kami masih bisa makan meski hanya dengan nasi singkong, karena kalau dibelikan lauk bisa nggak cukup buat semua santri. Bahkan nasi semua aja masih belum cukup. Nasi singkong semoga menjadi berkah..”

Wawan, Hafidz 20 Juz, Pondok Pesantren Mansyaul Ulum

“Tiap hari kami murojaah hafalan di rumah tua yang kami tumpangi secara gratis, yang saat ini hendak dijual oleh pemiliknya.. 1-2 bulan lagi sudah harus ada tempat baru atau lembaga tahfidz ini ditutup permanen..”

Ustdzh Nur, Pengurus Lembaga Pendidikan Tahfidz Wahdah Pontianak

Masjid mau roboh karena tanah gambut yang semakin ambles. Tahun lalu sudah mulai renovasi tapi dana kurang, akhirnya berhenti di tengah jalan.”

Ustad Munawir, Pengasuh Pesantren Mansyaul Ulum

Mengapa

Mengapa Harus Fatima Umroh

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sed nec sagittis dolor. Maecenas quam nunc, tincidunt quis facilisis ut, faucibus eget lacus.